Visi Misi Dan Tujuan

 

1V.1.1. Visi Gereja Protestan Maluku

Untuk pengembangan pelayanan Gereja Protestan Maluku dengan berbagai problematiknya, maka telah dirumuskan visi pelayanan GPM dasawarsa IV PIP -RIPP 2016 – 2025 adalah ” MENJADI GEREJA YANG BERAKAR DI DALAM TRITUNGGAL ALLAH DAN BERTUMBUH BERSAMA UNTUK MEMBELA KEHIDUPAN“.

 

1V.1.2.Visi Pengembangan Jemaat

Bertolak dari visi Gereja Protestan Maluku dan sesuai sejarah panjang Jemaat HOK IM TONG yang  melakukan PI  kepada warga Tionghoa maka dapat dirumuskan Visi pengembangan Jemaat HOK IM TONG  sebagai berikut: Terwujudnya Jemaat HOK IM TONG yang berkualitas iman, missioner berbasis kultur budaya Tionghoa dalam terang firman Tuhan, mandiri serta berwawasan lingkungan hidup dalam pelayanan GPM khususnya di kepulauan Ambon (yang mencakup  Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur, dan Klasis Pulau Ambon Utara ).

 

  1. Terwujud Jemaat Hok Im Tong yang Berkualitas Iman
  2. Kesadaran Umat untuk melaksankan ibadah Binakel semakin meningkat.
  3. Partisipasi Jemaat dalam berbagai bentuk Ibadah (Ibadah Minggu, Sektor,

Wadah Pelayanan – Organisasi ) makin tinggi dari waktu ke waktu.

  1. Berfungsinya seluruh sistem dan pola pelayanan: SM-TPI, Remaja, Yunior, AM-GPM, Wadah Pelayanan Laki-laki, Wadah Pelayanan Perempuan, Sektor, Warga Gereja Senior, Paduan Suara dan Persekutuan Syalom (Mantan Majelis).
  2. Pembinaan Umat tentang kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS meningkat
  3. Pembinaan kemitraan Laki-laki dan Perempuan
  4. Peningkatan kapasitas melayani dari Pelayan Khusus dan Aparatur Gereja
  5. Penguatan kultur pelayanan Gereja mencakup pastoralia dan pendampingan bagi warga jemaat terus meningkat.
  6. Penguatan persekutuan di kalangan Umat dan Pelayan.

 

  1. Terwujudnya Jemaat  Hok Im Tong yang Berkualitas Missioner berbasis kultur/budaya Tionghoa
  2. Penguatan tugas Pekabaran Injil (Missioner) dengan pendekatan kultur/budaya Tionghoa untuk memenangkan jiwa bagi Kristus.
  3. Memelihara nilai-nilai kultur/budaya Tionghoa dalam berjemaat dan membuka diri berkompetensi dalam arus masyarakat ekonomi ASEAN dan Globalisasi.
  4. Penyelesaian Penulisan Sejarah Jemaat Khusus GPM Hok Im Tong
  5. Penguatan Persekutuan Oikumenes lewat agenda bersama antar jemaat dan denominasi
  6. Terciptanya hubungan damai dengan Umat beragama lain.
  7. Pemanfaatan media komunikasi sebagai sarana Pekabaran Injil (computer based system /internet, website,Wifi, Fax dan Warta Jemaat).

 

  1. Menjadi Jemaat Hok Im Tong yang Mandiri                                    
  2. Penguatan Pengembangan Potensi diri mendalami firman Tuhan untuk meningkatkan kemampuan teologi dalam memberi pelayanan kepada Jemaat.
  3. Penguatan perekonomian dan keuangan Jemaat secara mandiri untuk menopang misi pekabaran Injil.
  4. Pelayanan Diakonia gereja kepada anggota Jemaat maupun kepada warga gereja yang lain.
  5. Pemberian bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga ekonomi lemah.
  6. Kemampuan mengelola aset dan organisasi Gereja.
  7. Kemampuan mengelola keuangan Gereja.
  8. Terbangunnya kesadaran dan partisipasi warga Jemaat di bidang politik
  9. Sarana dan prasarana pelayanan Gereja tersedia

 

  1. Terwujudnya Jemaat GPM Hok Im Tong yang Berwawasan Lingkungan hidup
  2. Terbangunnya kesadaran Jemaat untuk memelihara lingkungan hidup, antara lain: Kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan keterlibatan dalam penanaman pohon yang dimulai dari anak-anak sampai pada anggota jemaat senior.
  3. Penanggulangan dampak banjir dan tanah longsor secara kontinyu.
  4. Meningkatnya kesadaran hidup sehat di kalangan anggota Jemaat.

 

IV.2. Misi

IV.2.1. Misi Gereja Protestan  Maluku

  1. Mengembangkan Teologi Kontekstual dan Spiritualitas yang Pro Hidup
  2. Mengupayakan Tegaknya Keadilan, Perdamaian dam Kesejahteraan.
  3. Membangun wilayah Pelayanan GPM sebagai Rumah Bersama dan Sakramentum Allah.
  4. Mengembangkan Fungsi Penatalayanan GPM sebagai Teman Sekerja Allah.

 

IV.2.2. Misi Pengembangan Jemaat

Bertolak dari Misi Gereja Protestan Maluku, maka Misi Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG dalam kerangka penyelenggaraan kehidupan bergereja dan berjemaat melalui pelayanan adalah untuk :

  1. Membentuk kehidupan Jemaat Missioner sesuai ajaran firman Tuhan yang mampu mengekspresi Hukum Kasih.
  2. Menyiapkan konsep pelayanan berbasis kultur/budaya Tionghoa dengan menerapkan nilai-nilai kepribadian tradisi kehidupan etnis Tionghoa yang bebas, terbuka, kontekstual, dan fleksibel menerima kepelbagaian berjemaat dan saling menopang melalui tri panggilan Gereja yaitu bersekutu (koinonia), melayani (diakonia), dan bersaksi (marturia).
  3. Menyiapkan sumber daya umat mandiri, berjiwa missioner serta memahami kultur/budaya Tionghoa untuk menjadi pelayan-pelayan yang siap melayani bukan dilayani.
  4. Merancang dan melaksanakan strategi pelayanan yang mampu memberi penguatan dan keteladanann dalam lingkungan bergereja dan bermasyarakat.
  5. Menyiapkan pengembangan regenerasi yang missioner dan memahami kultur/ budaya Tionghoa serta mampu membuka diri menerima pengembangan pelayanan dalam kompetisi arus Masyarakat ekonomi ASEAN dan era Globalisasi.

 

  1. Mewujudkan Jemaat Hok Im Tong yang Berkualitas Iman
  2. Membina kesadaran umat untuk melaksanakan Ibadah Binakel.
  3. Meningkatkan Partisipasi Jemaat dalam berbagai bentuk Ibadah (Ibadah Minggu, Sektor, Wadah Pelayanan – Organisasi dari waktu ke waktu).
  4. Meningkatkan fungsi seluruh sistem dan pola pelayanan SM-TPI, Remaja, Yunior, AM-GPM, Wadah Pelayanan Laki-laki, Wadah Pelayanan Perempuan, Sektor, Warga Gereja Senior, Paduan Suara dan Persekutuan Syalom (Mantan Majelis).
  5. Meningkatkan pemahaman Umat tentang Kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS.
  6. Meningkatkan pembinaan Kemitraan laki-laki dan perempuan.
  7. Meningkatkan Kapasitas dari Pelayan Khusus dan Aparatur Gereja.
  8. Meningkatkan penguatan kultur pelayanan gereja mencakup pastoralia dan pendampingan bagi warga
  9. Meningkatkan Persekutuan di kalangan Umat dan Pelayan.

 

  1. Mewujudkan Jemaat Hok Im Tong yang Missioner
  2. Mengembangkan tugas Pekabaran Injil kepada warga Tionghoa yang berada di Wilayah Klasis Kota Ambon, Pulau Ambon, Pulau Ambon Timur dan Pulau Ambon Utara serta menyelesaikan buku sejarah Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG.
  3. Meningkatkan Persekutuan Oikumenis lewat agenda bersama antar denominasi Gereja.
  4. Menciptakan hubungan damai dengan Umat beragama lain.
  5. Mengoptimalkan media komunikasi sebagai sarana pekabaran Injil (computer based system / internet (website)),Wifi, Fax dan Warta Jemaat.

 

  1. Mewujudkan Jemaat Hok Im Tong yang Mandiri
  2. Meningkatkan pelayanan Diakonia gereja kepada anggota Jemaat maupun warga gereja yang lain.
  3. Meningkatkan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga ekonomi lemah.
  4. Meningkatkan kemampuan mengelola aset dan organisasi gereja
  5. Meningkatkan kemampuan mengelola keuangan gereja
  6. Membangun kesadaran umat dan partisipasi warga Jemaat di bidang politik
  7. Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan gereja.

 

  1. Mewujudkan Jemaat Hok Im Tong yang Berwawasan Lingkungan Hidup
  2. Membangun kesadaran umat untuk memelihara lingkungan hidup, antara lain: Kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan keterlibatan dalam penanaman pohon yang dimulai dari anak-anak sampai pada anggota jemaat senior.
  3. Meningkatkan upaya penanggulangan bagi korban akibat  banjir dan tanah longsor.
  4. Meningkatnya kesadaran Umat untuk hidup sehat.

Wawasan Teologi Eklesiologi

Jemaat khusus GPM Hok Im Tong merupakan bagian dari Gerea Protestan Maluku dan karena itu  landasan teologi dari jemaat Khusus GPM Hok  Im Tong bertolak dari  landasan teologi  Gereja Protestan Maluku  yang tertuang dalam PIP – RIPP  GPM tahun 2015  – 2025  sebagai berikut:

 

  1. Perencanaan pengembangan pelayanan  jemaat khusus GPM Hok Im Tong ditempatkan pada rencana   agung  Allah untuk seluruh ciptaan yaitu Kerajaan Allah yang dalam Perjanjian Baru menjadi inti pemberitaan  Tuhan Yesus. Seluruh ucapan, tindakan dan karya Tuhan Yesus berisi janji manifestasi Allah,  dengan demikian misi gereja  jemaat Khusus GPM Hok Im Tong adalah mengambil bagian dalam menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah yaitu: kasih, keadilan, perdamaian, kesejahteraan dan keutuhan  ciptaan                (Mrk 1: 15, Lk 4:18, 19,21 dan 16:15). Berdasarkan . hal tersebut di atas maka pelayanan jemaat GPM Hok Im Tong harus diarahkan kepada  peningkatan kualitas hidup seluruh ciptaan, di mana kualitas relasi antara umat dengan Tuhan perlu terus ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi  relasi umat dengan sesamanya  maupun dalam  relasi umat dengan ciptaan Tuhan lainnya.

 

  1. Sebagai gereja kita percaya bahwa kehadiran Allah melalui Tuhan Yesus Kristus adalah cara Allah berelasi dengan ciptaanNya untuk menyatakan kasih dan kepedulianNya kepada  seluruh ciptaan. Dengan kehadiran Allah yang menjadi manusia  Yoh 1 : 14) melalui Yesus yang tinggal bersama dengan manusia, turut merasakan penderitaan manusia dan mengorbankan diriNya untuk menyelamat manusia dan  dunia ini  ( Yoh 3:16) menjadi dasar bagi  jemaat khusus GPM HOk Im Tong mengembangkan panggilan Tuhan. Dengan  begitu maka jemaat khusus GPM Hok Im Tong dapat mengekspresikan : cara  hidup, pelayanan, dan karya penyelamatan Yesus melalui berbagai pelayanan jemaat yang menyentuh kehidupan umat setiap hari. Itu berarti orientasi pelayanan jemaat Khusus GPM Hok Im Tong  tidak diarahkan hanya pada kegiatan–kegiatan peribadahan saja, tetapi pelayanan jemaat Khusus GPM Hok Im Tong  harus diarahkan juga pada berbagai kegiatan yang  berkaitan  dengan masalah social –  kemanusiaan dan lingkungan
  2. Panggilan Gereja – jemaat Khusus GPM Hok Im Tong dimengerti sebagai panggilan   yang bersifat komunal – persekutuan. Gambaran gereja sebagai “tubuh Kristus “ ( I Korintus 12) adalah dasar dari persekutuan itu.  Karena itu, pola strategi pelayanan jemaat Khusus GPM Hok Im Tong merupakan ekspresi akan pengakuan gereja sebagai : Tubuh Kristus, Keluarga Allah, Gereja Kristus yang Esa yang dituntun  oleh Roh Kudus untuk bertanggung jawab dalam pemeliharaan  dan pengembangan setiap anggota jemaat ( Roma 12:5, I Korintus 12:12 dll). Peraturan Organik GPM  tentang jemaat khusus GPM Hok Im Tong yang merupakan jemaat transteritori melintasi Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur dan Klasis Pulau Ambon Utara merupakan   buah karya Roh Kudus dan menjadi  tubuh Kristus untuk  diutus ke dalam  dunia melakukan misi Allah. Untuk itu berbagai talenta, kharisma  dan kasih karunia yang dimiliki oleh setiap anggota jemaat  sebagai anugerah atau pemberian Allah  harus dikelola dengan baik untuk pengembangan persekutuan tubuh Kristus itu sendiri. itu berarti jemaat Khusus GPM Hok Im Tong memberi ruang kepada anggota jemaat dengan talenta yang dimiliki untuk berpartisipasi secara aktif dalam kerangka pengembangan “tubuh Kristus” atau persekutuan umat Tuhhan itu. .

 

 

Visi Misi

Warga jemaat, baik majelis jemaat maupun anggota jemaat belum mengetahui dan memahami Visi dan Misi GPM maupun Visi dan Misi pengembangan jemaat Hok Im Tong. Hal ini disebabkan belum dilaksanakan sosialisasi kepda luruh Majelis jemaat, perangkat pelayan maupun anggota jemaat. Seharusnya pengelolaan pelayanan pada aras jemaat sejalan dengan Visi dan Misi gereja sebagaimana diamanatkan dalam PIP RIPP GPM tahun 2005-2015 maupun Visi-Misi  jemaat           Hok Im Tong yang diamanatkan dalam Renstra jemaat 2013-2015. Jemaat harus membangun program pelayanan yang mengacu pada Visi dan Misi gereja secara umum (sentralisasi visi) dan pengembangan pelayanan yang harus disesuaikan dengan kenyataan kondisi jemaat (desentralisasi prakarsa) dengan memperhitungkan sumber daya manusia dan daya dukung keuangan jemaat.

            Selama ini pengembangan jemaat mengacu pada tema dan sub tema tahunan yang dihasilkan pada setiap persidangan gerejawi pada aras sinodal.  Jemaat tidak memperhatikan dengn baik pedoman  PIP dan RIPP yang harus  menjadi acuan pengembangan pelayanan di jemaat. Hal ini disebabkan oleh minimnya pemahaman pelayan  tentang PIP dan  RIPP GPM. Seharusnya program pelayanan pada aras jemat semestinya memperhatikan interelasi antara PIP – RIPP  tahun 2005-2015 dengn tema dan sub tema, karena dengan begitu maka jemaat secara bersma-sama berperan dalam menjawab Visi dan Misi Gereja sebagaimana yang diamanatkan.

Penyusunan Renstra tahun 2013-2015 belum sepenuhnya melibatkan para stakeholder karena dalam pelatihan yang dilakukan keterlibatan stakeholder sangat minim apalagi dalam proses penyusunannya.

Gambaran Umum Jemaat Hok Im Tong

II.2. KONDISI UMUM

II.2.1. Keadaan Geografis dan Batas Wilayah Pelayanan

Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG merupakan salah satu jemaat yang kedudukannya berada di bawah klasis GPM Kota Ambon. Dari sisi administratif pemerintahan Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG berada di Kecamatan Sirimau, kelurahan Honipopu, RT 001, RW 01 yang terletaknya di jalan Anthoni Rhebok.

Kebanggaan lain dari Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG adalah tidak terbatas pada lokasi tertentu atau transteritori. Artinya ketersebaran anggota jemaat HOK IM TONG adalah lintas jemaat-jemaat yang ada di Kota Ambon, Pulau Ambon. Timur dan Pulau Ambon Utara Untuk lebih jelas tentang wilayah pelayanan Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG, maka dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini :

Gambar 1. Peta Kota Ambon

Gambar 2. Peta Wilayah Pelayanan Jemaat Khusus GPM Hok Im Tong

(Sumber: Buku Renstra Jemaat Hok Im Tong tahun 2013-2015, modifikasi)

Dari Peta wilayah pelayanan diatas jelas terlihat bahwa Jemaat GPM HOK IM TONG memiliki Enam Sektor Pelayanan yang tersebar dalam wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur  dan Klasis Pulau Ambon Utara. Kedudukan Sektor A berada pada wilayah kerja Klasis Pulau Ambon Timur dan Klasis Pulau Ambon Utara, Kedudukan Sektor B berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Kedudukan Sektor C berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Kedudukan Sektor D berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, sedangkan Kedudukan Sektor E berada pada Wilayah kerja Klasis Pulau Ambon.

 

II.2.2. Jumlah Jiwa

  1. Keadaan Sektor Pelayanan

Keefektifan pelayanan dalam jemaat sangat ditentukan oleh penataan wilayah pelayanan secara geografis. Untuk maksud inilah maka Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG dibagi dalam 6 sektor pelayanan. Untuk lebih jelas mengenai jumlah KK (Kepala Keluarga) per sektor dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini :

Gambar 3.Grafik Jumlah KK dan Jiwa Sektor Pelayanan

(Sumber: Data Jemaat Hok Im Tong)

 

Dari data ini kita dapat melihat bahwa tingkat ketersebaran jumlah kepala keluarga atau jiwa anggota jemaat tidak merata. Untuk sektor A1 jumlah KK sebanyak 82 atau 16,94 %, Sektor A2 jumlah KK sebanyak 86 atau 17,77 %, Sektor B jumlah KK sebanyak 98 atau 20,25 %, Sektor C jumlah KK sebanyak 87 atau 17,98 %,  Sektor D jumlah KK sebanyak 37 atau 7,64 %, dan Sektor E jumlah KK sebanyak 94 atau 19,42 %.  Dari data tersebut di atas, jelas terlihat bahwa jumlah KK yang terbanyak berada pada Sektor B sedangkan yang paling sedikit berada pada Sektor D. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada jalannya pelayanan pada masing-masing sektor. Apalagi rentan kendali pelayanan yang luas, akan memberikan dampak tersendiri bagi pelayanan gereja. Hal ini jelas nampak terlihat pada kehadiran anggota Jemaat dalam ibadah minggu maupun ibadah wadah – wadah pelayanan yang masih menjadi pergumulan klasik jemaat hingga sekarang ini.

 

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Sejarah Jemaat Hok Im Tong

Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG Ambon yang mayoritas anggota jemaatnya berasal dari etnis Tionghoa, mempunyai sejarah panjang yang dimulai sekitar tahun 1930 dengan nama “Djoem’at Hok Im Tong, Majelis Injili Tionghoa” atau kemudian menjadi “Djama’at Hok Im Tong, Gereja Protestan Tionghoa”. Hok Im Tong artinya: rumah kabar kesukaan (rumah injil).

Jemaat Hok Im Tong adalah sebuah jemaat yang terbentuk dari hasil pekabaran Injil dan pelayanan dari orang-orang Kristen Toinghoa, para penginjil dan para pendeta, baik yang berasal dari Tiongkok dan daerah-daerah lain di Indonesia, seperti : Jakarta, Surabaya, Malang, dan lain-lain, maupun dari Maluku sendiri (GPI/GPM). Orang-orang Kristen Tionghoa yang terlibat secara langsung dalam proses pekabaran Injil dan pendirian jemaat ini antara lain Wah Song (Kong A Yap), Nio Kie Tjing, Wah Fong (Kong A Sui), Sie To Tjing, Tjing A Beng. Tahun 1931, Pendeta Thiang Tjin Tji ditugaskan sebagai Penghentar Jemaat yang bekerja sama dengan Pendeta Emeritus. A. Matatula, Bpk. J. Pattiselano, Bapak Williams Daniel, Bapak N. Huwae, dll. Tauhn 1936, jemaat sudah mempunyai pengurus Jemaat (Majelis Jemaat) dan peraturan-peraturan khusus jemaat serta berada di bawah perlindungan dan pelayanan GPM.

Dalam perayaan hari-hari raya gerejawi, ibadah jemaat sering dihadiri oleh 2 orang Majelis Jemat Bandar Ambon. Saat perang dunia kedua, anggota jemaat Hok Im Tong banyak melarikan diri dan terpencar-pencar. Dalam situasi seperti itu, Pendeta S. Saimima tetap setia melayani, mengunjungi dan menghibur mereka, sekalipun harus menempuh jarak yang jauh karena tempat tinggal mereka berpencar.

Sesudah tahun 1945, angota-anggota jemaat Hok Im Tong mulai kembali ke rumah mereka masing-masing, berkumpul dan beribadah bersama di rumah sederhana yang disediakan Bapak Liem Tjong Kie dan keluarganya. Tahun 1947, Pendeta S. Saimima meninggal dunia, kemudian Badan Pekerja Harian Sinode GPM mengangkat Pendeta J. Papilaya sebagai penggantinya. Beliau bertugas selama 6 tahun, setelah itu digantikan Pendeta M. Latumahina yang bekerja dan melayani dengan baik. Namun, setelah 8 bulan melayani, beliau dipindahtugaskan ke Saparua.

Sesudah peristiwa G30 S pada tahun 1965, timbul situasi politik yang melarang segala bentuk budaya dan bahasa Tionghoa di Indonesia. Karena itulah, Jemaat Hok Im Tong mengubah namanya menjadi Jemaat Bethlehem pada tahun 1968. Tahun 1962-1970, didatangkan pendeta dan penginjil dari luar Ambon, antara lain Pendeta Thio Kiong Djien (Lukas Theopilus) dari GKI Jatim, Pendeta Oei (Lewi), Pendeta Tju, Pendeta Nn. Yau, Pendeta Hengky Tjam (1971-1978) dari Gereja Kristen Kalam Kudus.

Dengan terbentuknya Ibadah Malam yang berbahasa Mandarin dan Ibadah Pagi yang berbahasa Indonesia, maka terjadi pula pemisahan antar Pengurus Ibadah Malam yang berorientasi pada Gereja Kristen Kalam Kudus, dengan Majelis Jemaat Ibadah Pagi yang berorientasi pada GPM. Ketegangan dan pemisahan ini berlanjut terus sampai dengan keluarnya sejumlah anggota Jemaat Bethlehem dan mendirikan Gereja Kristen Kalam Kudus pada tahun 1978. Mereka keluar karena tidak setuju dengan adanya keputusan rapat bersama BPH Sinode GPM dan Majelis Jemaat Bethlehem untuk menggabungkan Pengurus Ibadah Malam dengan majelis Jemaat Ibadah Pagi, menjadi satu Majelis Jemaat Bethlehem. Situasi konflik ini dimungkinkan juga karena kurang jelasnya status Jemaat Bethlehem sebagai jemaat GPM atau sebagai jemaat dari denominasi lain. Maka surat Majelis Jemaat No.9/MJ/79 pada tanggal 16 November 1979, Majelis Jemaat Bethlehem meminta agar BPH Sinode menetapkan status Jemaat Bethlehem dalam struktur organisasi GPM. Menanggapi surat ini, maka BPH Sinode menetapkan status Jemaat Bethlehem sebagai Jemaat Khusus dalam Gereja Protestan Maluku pada tanggal 29 Maret 1980 dengan SK No. 30/IX/Org. Dengan demikian, Jemaat Bethlehem menjadi Jemaat GPM dengan kekhususannya pada etnis dan budaya Tionghoa serta secara struktural berada langsung di bawah Sinode GPM, namun secara fungsional turut berpartisipasi dengan Kalis GPM Kota Ambon.

Sebelum itu pada 17 Januari 1970 Majelis Jemaat Bethlehem pernah juga menyampaikan surat No.2/KPTS/70 kepada BPH Sinode GPM untuk menyerahkan jemaat dan pimpinannya kepada BPH Sinode GPM. Hal ini bukan hanya karena situasib politik, tetapi juga ketegangan yang berlarut-larut di dalam Jemaat. Karena itu, sejak tahun 1970 hingga sekarang, Jemaat Bethlehem dipimpin oleh pendeta-pendeta dari GPM dengan SK BPH Sinode.

Pada 31 Maret 1975, dibongkar gedung gereja lama dan dibangun sebuah gedung gereja baru atas prakarsa Hengky Theodorus serta rekan-rekan. Kemudian difungsikan pada tahun 1977. Pada tahun 1997-1998, atas partisipasi jemaat dibangun pula sebuah gedung serbaguna dan dua buah pastori di Jalan Setia Budi. Gedung Serbaguna inilah yng dijadikan tempat Ibadah Jemaat Berthlehem sejak pecahnya konflik social di Maluku tahun 1999 hingga tahun 2004.

This is a post with post format of type Link

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus.

This is a standard post format with preview Picture

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus.

Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi.

Read more

Post Formats is a theme feature introduced with Version 3.1. Post Formats can be used by a theme to customize its presentation of a post.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus – more on WordPress.org: Post Formats

Postformat Gallery: Multiple images with different sizes

Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lor

Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem.

Read more