Wawasan Teologi Eklesiologi

Jemaat khusus GPM Hok Im Tong merupakan bagian dari Gerea Protestan Maluku dan karena itu  landasan teologi dari jemaat Khusus GPM Hok  Im Tong bertolak dari  landasan teologi  Gereja Protestan Maluku  yang tertuang dalam PIP – RIPP  GPM tahun 2015  – 2025  sebagai berikut:

 

  1. Perencanaan pengembangan pelayanan  jemaat khusus GPM Hok Im Tong ditempatkan pada rencana   agung  Allah untuk seluruh ciptaan yaitu Kerajaan Allah yang dalam Perjanjian Baru menjadi inti pemberitaan  Tuhan Yesus. Seluruh ucapan, tindakan dan karya Tuhan Yesus berisi janji manifestasi Allah,  dengan demikian misi gereja  jemaat Khusus GPM Hok Im Tong adalah mengambil bagian dalam menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah yaitu: kasih, keadilan, perdamaian, kesejahteraan dan keutuhan  ciptaan                (Mrk 1: 15, Lk 4:18, 19,21 dan 16:15). Berdasarkan . hal tersebut di atas maka pelayanan jemaat GPM Hok Im Tong harus diarahkan kepada  peningkatan kualitas hidup seluruh ciptaan, di mana kualitas relasi antara umat dengan Tuhan perlu terus ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi  relasi umat dengan sesamanya  maupun dalam  relasi umat dengan ciptaan Tuhan lainnya.

 

  1. Sebagai gereja kita percaya bahwa kehadiran Allah melalui Tuhan Yesus Kristus adalah cara Allah berelasi dengan ciptaanNya untuk menyatakan kasih dan kepedulianNya kepada  seluruh ciptaan. Dengan kehadiran Allah yang menjadi manusia  Yoh 1 : 14) melalui Yesus yang tinggal bersama dengan manusia, turut merasakan penderitaan manusia dan mengorbankan diriNya untuk menyelamat manusia dan  dunia ini  ( Yoh 3:16) menjadi dasar bagi  jemaat khusus GPM HOk Im Tong mengembangkan panggilan Tuhan. Dengan  begitu maka jemaat khusus GPM Hok Im Tong dapat mengekspresikan : cara  hidup, pelayanan, dan karya penyelamatan Yesus melalui berbagai pelayanan jemaat yang menyentuh kehidupan umat setiap hari. Itu berarti orientasi pelayanan jemaat Khusus GPM Hok Im Tong  tidak diarahkan hanya pada kegiatan–kegiatan peribadahan saja, tetapi pelayanan jemaat Khusus GPM Hok Im Tong  harus diarahkan juga pada berbagai kegiatan yang  berkaitan  dengan masalah social –  kemanusiaan dan lingkungan
  2. Panggilan Gereja – jemaat Khusus GPM Hok Im Tong dimengerti sebagai panggilan   yang bersifat komunal – persekutuan. Gambaran gereja sebagai “tubuh Kristus “ ( I Korintus 12) adalah dasar dari persekutuan itu.  Karena itu, pola strategi pelayanan jemaat Khusus GPM Hok Im Tong merupakan ekspresi akan pengakuan gereja sebagai : Tubuh Kristus, Keluarga Allah, Gereja Kristus yang Esa yang dituntun  oleh Roh Kudus untuk bertanggung jawab dalam pemeliharaan  dan pengembangan setiap anggota jemaat ( Roma 12:5, I Korintus 12:12 dll). Peraturan Organik GPM  tentang jemaat khusus GPM Hok Im Tong yang merupakan jemaat transteritori melintasi Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur dan Klasis Pulau Ambon Utara merupakan   buah karya Roh Kudus dan menjadi  tubuh Kristus untuk  diutus ke dalam  dunia melakukan misi Allah. Untuk itu berbagai talenta, kharisma  dan kasih karunia yang dimiliki oleh setiap anggota jemaat  sebagai anugerah atau pemberian Allah  harus dikelola dengan baik untuk pengembangan persekutuan tubuh Kristus itu sendiri. itu berarti jemaat Khusus GPM Hok Im Tong memberi ruang kepada anggota jemaat dengan talenta yang dimiliki untuk berpartisipasi secara aktif dalam kerangka pengembangan “tubuh Kristus” atau persekutuan umat Tuhhan itu. .

 

 

Gambaran Umum Jemaat Hok Im Tong

II.2. KONDISI UMUM

II.2.1. Keadaan Geografis dan Batas Wilayah Pelayanan

Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG merupakan salah satu jemaat yang kedudukannya berada di bawah klasis GPM Kota Ambon. Dari sisi administratif pemerintahan Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG berada di Kecamatan Sirimau, kelurahan Honipopu, RT 001, RW 01 yang terletaknya di jalan Anthoni Rhebok.

Kebanggaan lain dari Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG adalah tidak terbatas pada lokasi tertentu atau transteritori. Artinya ketersebaran anggota jemaat HOK IM TONG adalah lintas jemaat-jemaat yang ada di Kota Ambon, Pulau Ambon. Timur dan Pulau Ambon Utara Untuk lebih jelas tentang wilayah pelayanan Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG, maka dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini :

Gambar 1. Peta Kota Ambon

Gambar 2. Peta Wilayah Pelayanan Jemaat Khusus GPM Hok Im Tong

(Sumber: Buku Renstra Jemaat Hok Im Tong tahun 2013-2015, modifikasi)

Dari Peta wilayah pelayanan diatas jelas terlihat bahwa Jemaat GPM HOK IM TONG memiliki Enam Sektor Pelayanan yang tersebar dalam wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur  dan Klasis Pulau Ambon Utara. Kedudukan Sektor A berada pada wilayah kerja Klasis Pulau Ambon Timur dan Klasis Pulau Ambon Utara, Kedudukan Sektor B berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Kedudukan Sektor C berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Kedudukan Sektor D berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, sedangkan Kedudukan Sektor E berada pada Wilayah kerja Klasis Pulau Ambon.

 

II.2.2. Jumlah Jiwa

  1. Keadaan Sektor Pelayanan

Keefektifan pelayanan dalam jemaat sangat ditentukan oleh penataan wilayah pelayanan secara geografis. Untuk maksud inilah maka Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG dibagi dalam 6 sektor pelayanan. Untuk lebih jelas mengenai jumlah KK (Kepala Keluarga) per sektor dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini :

Gambar 3.Grafik Jumlah KK dan Jiwa Sektor Pelayanan

(Sumber: Data Jemaat Hok Im Tong)

 

Dari data ini kita dapat melihat bahwa tingkat ketersebaran jumlah kepala keluarga atau jiwa anggota jemaat tidak merata. Untuk sektor A1 jumlah KK sebanyak 82 atau 16,94 %, Sektor A2 jumlah KK sebanyak 86 atau 17,77 %, Sektor B jumlah KK sebanyak 98 atau 20,25 %, Sektor C jumlah KK sebanyak 87 atau 17,98 %,  Sektor D jumlah KK sebanyak 37 atau 7,64 %, dan Sektor E jumlah KK sebanyak 94 atau 19,42 %.  Dari data tersebut di atas, jelas terlihat bahwa jumlah KK yang terbanyak berada pada Sektor B sedangkan yang paling sedikit berada pada Sektor D. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada jalannya pelayanan pada masing-masing sektor. Apalagi rentan kendali pelayanan yang luas, akan memberikan dampak tersendiri bagi pelayanan gereja. Hal ini jelas nampak terlihat pada kehadiran anggota Jemaat dalam ibadah minggu maupun ibadah wadah – wadah pelayanan yang masih menjadi pergumulan klasik jemaat hingga sekarang ini.