Gambaran Umum Jemaat Hok Im Tong

II.2. KONDISI UMUM

II.2.1. Keadaan Geografis dan Batas Wilayah Pelayanan

Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG merupakan salah satu jemaat yang kedudukannya berada di bawah klasis GPM Kota Ambon. Dari sisi administratif pemerintahan Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG berada di Kecamatan Sirimau, kelurahan Honipopu, RT 001, RW 01 yang terletaknya di jalan Anthoni Rhebok.

Kebanggaan lain dari Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG adalah tidak terbatas pada lokasi tertentu atau transteritori. Artinya ketersebaran anggota jemaat HOK IM TONG adalah lintas jemaat-jemaat yang ada di Kota Ambon, Pulau Ambon. Timur dan Pulau Ambon Utara Untuk lebih jelas tentang wilayah pelayanan Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG, maka dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini :

Gambar 1. Peta Kota Ambon

Gambar 2. Peta Wilayah Pelayanan Jemaat Khusus GPM Hok Im Tong

(Sumber: Buku Renstra Jemaat Hok Im Tong tahun 2013-2015, modifikasi)

Dari Peta wilayah pelayanan diatas jelas terlihat bahwa Jemaat GPM HOK IM TONG memiliki Enam Sektor Pelayanan yang tersebar dalam wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur  dan Klasis Pulau Ambon Utara. Kedudukan Sektor A berada pada wilayah kerja Klasis Pulau Ambon Timur dan Klasis Pulau Ambon Utara, Kedudukan Sektor B berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Kedudukan Sektor C berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, Kedudukan Sektor D berada pada Wilayah kerja Klasis Kota Ambon, sedangkan Kedudukan Sektor E berada pada Wilayah kerja Klasis Pulau Ambon.

 

II.2.2. Jumlah Jiwa

  1. Keadaan Sektor Pelayanan

Keefektifan pelayanan dalam jemaat sangat ditentukan oleh penataan wilayah pelayanan secara geografis. Untuk maksud inilah maka Jemaat Khusus GPM HOK IM TONG dibagi dalam 6 sektor pelayanan. Untuk lebih jelas mengenai jumlah KK (Kepala Keluarga) per sektor dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini :

Gambar 3.Grafik Jumlah KK dan Jiwa Sektor Pelayanan

(Sumber: Data Jemaat Hok Im Tong)

 

Dari data ini kita dapat melihat bahwa tingkat ketersebaran jumlah kepala keluarga atau jiwa anggota jemaat tidak merata. Untuk sektor A1 jumlah KK sebanyak 82 atau 16,94 %, Sektor A2 jumlah KK sebanyak 86 atau 17,77 %, Sektor B jumlah KK sebanyak 98 atau 20,25 %, Sektor C jumlah KK sebanyak 87 atau 17,98 %,  Sektor D jumlah KK sebanyak 37 atau 7,64 %, dan Sektor E jumlah KK sebanyak 94 atau 19,42 %.  Dari data tersebut di atas, jelas terlihat bahwa jumlah KK yang terbanyak berada pada Sektor B sedangkan yang paling sedikit berada pada Sektor D. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada jalannya pelayanan pada masing-masing sektor. Apalagi rentan kendali pelayanan yang luas, akan memberikan dampak tersendiri bagi pelayanan gereja. Hal ini jelas nampak terlihat pada kehadiran anggota Jemaat dalam ibadah minggu maupun ibadah wadah – wadah pelayanan yang masih menjadi pergumulan klasik jemaat hingga sekarang ini.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *